tugas besar pengantar multimedia (editing vidio tentang dampak buruk merokok)

Sebenarnya tidak sedikit yang kita ketahui bahayanya merokok. Salah satunya sudah tercantum sangat jelas dikemasan belakang rokok yaitu “MEROKOK DAPAT MENYEBABKAN KANKER, SERANGAN JANTUNG, IMPOTENSI, DAN GANGGUAN KEHAMILAN DAN JANIN”. Tetapi tidak sedikit pemakai rokok yang memikirkan akibat dari rokok tersebut. Bahkan semakin hari semakin bertambah pengguna rokok. Padahal, Bukan saja dapat berdampak buruk bagi diri sendiri, tetapi berdampak buruk juga terhadap orang disekitarnya. Untuk itu saya membuat sebuah vidio  tentang buruknya dampak dari asap rokok, yang bertujuan untuk menyadarkan dan mengajak untuk berhenti atau mengurangi mengkonsumsi rokok.

Saya membuat vidio ini menggunakan salah satu media editing vidio, yaitu movie maker. Pertama saya melihat-lihat image yang berhubungan dengan rokok, dari image-image tersebut saya mendapatkan beberapa masukan apa saja yang harus  dimuat dalam vidio yang akan saya buat, agar mendapatkan respon yang baik dari orang-orang yang menyaksikannya.

berikut adalah tayangan vidio tersebut  semoga bermanfaat  : http://youtu.be/Zs2ph9rdC-A

Print Friendly, PDF & Email

Tugas III Pengantar Multimedia (Film “Star Trek Into Darkness”)

 

Star Trek Into Darkness (2013)

Star-Trek-Into-Darkness-Poster-2

 

Film Star Trek Into Darkness merupakan film action terbaru yang akan dirilis perdana pada 17 Mei 2013 di Amerika. Kapten Kirk (Chise Pine) dan rekan-rekan kru U.S.S.Enterprise lainnya seperti Spock (Zachary Quinto) dihadapkan pada bahaya laten yang selama ini tak mereka sadari, konflik antar personal. Perbedaan prinsip serta etika dalam bertindak membuat mereka berselisih paham saat menyelesaikan misi penyelamatan di sebuah planet asing. Hasilnya, Starfleet menganggap keduanya menyalahi aturan dan memutuskan untuk memberi mereka hukuman. Keduanya lantas berpisah jalan. Kapten Kirk (Chris Pine) dan Spock (Zachary Quinto) tetap menjadi duo utama STID Sembari keduanya berusaha menyelesaikan konflik internal, masalah lain datang dari seorang teroris bernama John Harrison (Benedict Cumberbatch). Dengan cerdiknya, Harrison berhasil meledakkan gedung penyimpanan arsip rahasia Starfleet yang penjagaannya sangat ketat. Hebatnya ia melakukan semua itu seorang diri. Teroris berparas dingin sekaligus mantan anggota Starfleet tersebut tak dinyana menewaskan beberapa petinggi Starfleet dalam sebuah serangan kejutan. Kirk dan Spock, terlepas dari friksi di antara mereka yang belum usai, memutuskan untuk mengejar sang teroris hingga ke planet Kronos, tempat yang terlarang bagi Federasi manusia. JJ Abrams mengambil keputusan tepat untuk mengembangkan sisi cerita dalam film sekuel ini. STID hadir dengan penuturan cerita yang lebih padat dibanding STAR TREK (2009). Tak hanya padat, naskah trio Roberto Oci, Alex Kurtzman, dan Damon Lindelof disunting dengan begitu rapi sehingga twist berlapis yang telah disiapkan dalam cerita tak akan tertebak oleh penonton. Ensemble cast yang pas juga menjadi pendukung penting rapinya cerita dalam film dituturkan. Beberapa karakter baru sengaja dibuat dalam pola “abu-abu” untuk membuat penonton menerka-nerka apakah tokoh tersebut baik atau jahat. Penggarapan penokohan yang lebih rapi dan fokus ini adalah langkah yang tepat supaya STID tidak terjebak menjadi sekuel dengan banjir CGI mewah namun keropos dari sisi cerita dan penokohan. Kirk akan dihadapkan pada situasi yang membuatnya harus rela mengorbankan nyawa. Plot dan penokohan yang digarap apik tersebut makin disempurnakan sinematografi yang memanjakan mata. JJ Abrams yang suka bermain dengan warna cerah dan juga pencahayaan lebih untuk setiap adegannya masih mempertahankan ciri khasnya tersebut lewat STID.

Sutradara film STAR TREK INTO DARKNESS (STID) pernah berujar bahwa sekuel kisah kru kapal Enterprise, Kapten Kirk (Chris Pine) dan rekan-rekannya ini akan menyajikan “pertempuran besar”. Itu benar adanya. STID naik kelas secara kualitas dari semua aspeknya sebagai sebuah tontonan yang menghibur. Sang teroris John Harrison menjadi magnet utama dalam film. Penampilannya yang memang berkarakter (coba perhatikan parasnya) serta penokohannya sebagai manusia super adalah poin plus yang dimiliki film ini. Kehadirannya bahkan membuat beberapa kru Enterprise lainnya seperti teredam karisma seorang John Harrison. Untung saja pembagian porsi berimbang dari setiap kru Enterprise dalam adegan-adegan penting membuat mereka tak sepenuhnya tenggelam dalam cerita. Yang paling menarik untuk diperhatikan dalam film ini sejatinya adalah “persahabatan” antara Kirk dan Spock yang memang menjadi tulang punggung cerita.

Teknik yang digunakan dalam pembuatan film ini adalah :

BRIGHTNESS 

Brightness adalah atribut dari persepsi visual yang menandakan jumlah cahaya. Dengan kata lain, brightness adalah persepsi yang ditangkap dari sebuah objek yang memantulkan cahaya.

Semakin tinggi nilai brightness semakin banyak cahaya yang dipantulkannya (semakin pucat warna yang terlihat).

Meski merupakan hasil konversi, level brightness dalam film Star Trek Into Darkness sama sekali tidak berupaya melambungkan sub-judulnya itu sendiri. Adegan-adegan pertarungan di luar angkasa yang notabene didominasi oleh warna hitam pun masih terlihat sangat jelas.

DEPTH

Depth adalah istilah khusus untuk menunjukkan ruang tertentu di dalam citra yang nampak relatif tajam karena adanya perbedaan ketajaman.

Pertarungan di luar angkasa dan set-set tempat yang eksotis telah dimanfaatkan oleh J.J Abrams dan cinematographer-nya semaksimal mungkin untuk menampilkan kekuatan layer depth sepenuhnya dengan kualitas yang terus dipertahankan sampai film berakhir. Para penonton benar-benar telah dibuat terhisap masuk ke dalam aksi petualangan kru Enterprise sejak detik pertamanya dan saya cukup ragu kalau anda bisa merasakan pengalaman menonton yang sama apabila menyaksikan versi 2Dnya.

POP OUT :

Pop out adalah efek gambar yang muncul dilayar dan jarang terjadi, tidak secara terus menerus karena efek ini semata dibuat untuk hiburan bagi penonton.

Martin Scorsese telah menciptakan sebuah teknik pop-out yang sangat elegan dan harus dipelajari oleh sineas lain. Tidak ada satu pun adegan pop out dalam film ini yang terlihat memaksa. Semua tampil begitu natural dan elegan; mulai dari hujan salju dan asap yang menyelimuti bioskop, pintu yang terbuka, wajah para aktor (dan anjing), tonjolan – tonjolan set tempat, percikan kembang api, tebaran kertas – kertas, kaki Sacha Baron Cohen, dsb. Benar – benar sebuah efek 3D yang sangat memuaskan.

Teknologi Star Trek

Nancy Reagin, profesor di Pace University di New York dan editor buku “Star Trek and History”, mengatakan bahwa pencipta serial tersebut, Gene Roddenberry, adalah seorang futuris. Reagin mengatakan beberapa teman Roddenberry bekerja dalam bidang pengembangan teknologi, dan serial asli menunjukkan teknologi-teknologi yang telah menjadi nyata. Anda melihat penggambaran pertama TV layar plasma dan ponsel, contoh pertama teknologi Bluetooth, penggunaan pertama tablet dan layar sentuh.

Star Trek masih menginspirasi para insinyur, ujar Mike Gold, penasihat di Bigelow Aerospace, perusahaan Nevada yang mengembangkan pesawat luar angkasa generasi berikutnya. Seluruh program kami sangat mengikuti semangat Star Trek, yaitu mendorong batas penjelajahan manusia.

Modul Aktivitas Pengembang Bigelow (BEAM) akan diuji di Stasiun Antariksa Internasional pada 2015.  Singkatan BEAM sendiri mengacu pada istilah dalam film Star Trek, di mana para karakter dapat melakukan “teleport” atau “beam” yaitu berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain dalam hitungan detik.

Print Friendly, PDF & Email

Tugas II Pengantar Multimedia dan Web Design (Laporan seminar wifi 2013)

CEO Arsanesia: Adam Ardisasmita

  • Profil Pembicara

Adam Ardisasmita ( CEO Arsanesia )



Adam Ardisasmita

 Salah seorang dari pembicara di acara seminar kita ialah Adam Ardisasmita, beliau adalah CEO dari Arsanesia, sebuah industri yang bergerak dibidang  ”Digital Entertainment”. Beliau juga pernah memenangkan  penghargaan dari Nokia sebagai Nokia Developer Champion. Di acara seminar, beliau akan memberi tips dan trik untuk bisa berhasil di dunia Digital Entertainment, khususnya didunia Game Developing. Berikut profilnya :

ü  Chief Executive Officer di Arsanesia Entertainment (Perusahaan Perseorangan)

ü  Vice President of Nokia Indonesia Community Enthusiast (NICE) diNokia Indonesia Community Enthusiast

Dulu

ü  Internship Programmer di Bank Rakyat Indonesia

ü  Business Analyst di Pribadi International School, Bandung

ü  Lecture assistant di Institut Teknologi Bandung

Pendidikan

1. Institut Teknologi Bandung (ITB)

2. MAN Insan Cendekia Serpong

Ringkasan Adam Ardisasmita

ü  Founder and CEO of a mobile games company, Arsanesia

ü  Vice President of Nokia Indonesia Community Enthusiast

ü  A passionate speaker, influencer, and blogger

ü  Love to generate out of the box creative ideas to solve a problem

Spesialisasi

Business, Startup, Leadership, Communication, Management, Mobile Technology, Game Industry, User Experience

CEO Agate Studio : Arif Widhiyasa

  • Profil Pembicara
arief agate

Arief Widhiyasa ( CEO Agate Studio )

Salah seorang dari pembicara di acara seminar kita nanti ialah Arief Widhiyasa, beliau adalah CEO dari Agate Studio, Game Developer terbesar di Indonesia yang berlokasi di kota Bandung. Beliau akan bercerita kenapa bisa sampai di Drop Out dari ITB dan kemudian sukses menjadi CEO di Agate Studio. Berikut adalah profil singkat dari Arief Widhiyasa :

  • Nama Lengkap: Arief Widhiyasa
  • TTL: Denpasar, 4 April 1987
  • Pendidikan: ITB (Drop Out)
  • Riwayat:
    • General Manager di G-Softworks(2005-2007)
    • Microsoft Student Partner di Microsoft Innovation Center(2007-2009)
    • CEO di Agate Studio(2007-Present)
  • Spesialisasi: Business Development, Negotiation, Networking, Game Programming, Game Development, Game Business.

SAP : Wawan Dewanto

  • Profil Pembicara 

Pendidikan

  1. Jurusan Teknik Industri, ITB pada Februari 2000.
  2. Beasiswa di Faculty of Technology, Policy and ManagementTecnische Universiteit Delft, Belanda pada Agustus 2003.
  3. Beasiswa di Faculty of Business and EconomicsMonash University, Australia sejak Juli 2007.
Ringkasan Materi

Hal yang harus perhatikan adalah penelitian dan komersialisasi.  Penelitian merupakan penemuan dan penambahan pada ilmu pengetahuan.  Komersialisasi dapat didefinisikan sebagai pemindahan hasil penelitian atau teknologi dari laboratorium ke pasar dengan cara yang menguntungkan.  Ada sejumlah jalan untuk mengkomersialisasi teknologi, yakni: lisensi, berpartner, atau menjualnya kepada pihak lain yang akan mengkomersialisasikannya. Teknologi merupakan cara atau metode untuk mengolah sesuatu agar terjadi efisiensi biaya dan waktu, sehingga dapat menghasilkan produk yang lebih berkualitas. Dasar-dasar penciptaan tekologi adalah: kebutuhan pasar, solusi atas permasalahan, aplikasi berbagai bidang keilmuan, perbaikan efektivitas dan efisiensi produksi, serta modernisasi. Di dunia ini banyak technopreneur yang berhasil melakukan komersialisasi teknologi sehingga menjadi produk yang diterima secara luas di pasar.  Contoh pengalaman empiris technopreneur sukses antara lain adalah Henry Ford yang menciptakan mobil Ford dan Soichiro Honda yang menciptakan  mobil dan sepeda motor merk honda.   Mereka secara individu melakukan penelitian karena hobi dan keinginannya sendiri.  Tidak semua hasil penelitiannya langsung sukses secara komersial.  Bahkan menurut Soichiro Honda, 99% perjalanan kariernya adalah kegagalan, 1% membawanya menjadi sukses. Di Indonesia, masyarakat sangat mengenal teh botol Sosro yang diciptakan oleh Soetjipto Sosrodjojo mencipatakan teh botol Sosro. Produk ini merupakan contoh sukses inovasi yang luar biasa, karena memberikan nilai tambah,  diterima oleh masyarakat luas, dan menciptakan pasar baru yang belum ada pesaingnya.

Manfaat Yang Dapat Diambil

Dalam seminar ini saya mendapatkan banyak manfaat yang dapat diambil dan diterapkan dalam kehidupan. Yaitu dapat menambah ilmu pengetahuan dan wawasan menjadi lebih luas. saya juga menjadi tahu  tips dan trik untuk bisa berhasil di dunia Digital Entertainment, khususnya didunia Game Developing. bukan itu saja, yang paling utama saya mendapat motivasi bagaimana cara mengembangkan hobi atau bakat yang kita miliki agar bisa menghasilkan manfaat bagi diri sendiri dan orang lain, serta manghasilkan nilai jual. Dan mengetahui bagaimana cara menghadapi rintangan dan kegagalan, yaitu jangan pernah menyerah dan putus asa, terus berusaha, mencoba dan mencoba sampai mencapai target yang kita inginkan.

Print Friendly, PDF & Email

Tugas Pengantar Multimedia

TUGAS PENGANTAR MULTIMEDIA

Kompresi data adalah proses mengkodekan informasi menggunakan bit atau information-bearing unit yang lain yang lebih rendah daripada representasi data yang tidak terkodekan dengan suatu sistem enkoding tertentu.

Format file kompresi data, Untuk mengkompres data, ada beberapa format file yang digunakan seperti bzip2 (.bz2), gzip (.gz), lzma (.lzma), lzo (.lzo), pack (.z), compress (.Z). Perbedaan masing-masing format kompresi ini adalah algoritma yang digunakan. Seperti bzip2 yang menggunakan Burrows-Wheeler transform diikuti dengan move-to-front transform dan terakhir Huffman coding. Format gzip yang menggunakan algoritma DEFLATE untuk kompresi data, lzma menggunakan algoritma 7-zip, lzo menggunakan algoritma LZO. Beberapa dari format kompresi data ini digunakan bersama-sama ketika meng-archive file. Seperti Tape Archiver (.tar) yang digunakan bersama bzip2 (ekstensi file menjadi .tar.bz2), gzip (ekstensi file menjadi .tar.gz) atau compress (ekstensi file menjadi .tar.Z)

Kompresi data pada multimedia, begitu dibutuhkan karena multimedia menyajikan dan menggabungkan teks, suara, gambar, animasi dan video dengan alat bantu ([tool]) dan koneksi ([link]) sehingga pengguna dapat ber-([navigasi]), berinteraksi, berkarya dan berkomunikasi. Karena itu multimedia memiliki ukuran file yang sangat besar, bias mencapai ber mega-mega byte . Maka dari itu kompresi begitu dibutuhkan multimedia karena berfungsi untuk mengecilkan ukuran file multimedia

Jenis Kompresi Data Berdasarkan Mode Penerimaan Data oleh Manusia:

Dialoque Mode: yaitu proses penerimaan data dimana pengirim dan penerima seakan berdialog (real time), seperti pada contoh video conference. Dimana kompresi data harus berada dalam batas penglihatan dan pendengaran manusia. Waktu tunda (delay) tidak boleh lebih dari 150 ms, dimana 50 ms untuk proses kompresi dan dekompresi, 100 ms mentransmisikan data dalam jaringan.

Retrieval Mode:yaitu proses penerimaan data tidak dilakukan secara real time.
• Dapat dilakukan fast forward dan fast rewind di client.
• Dapat dilakukan random access terhadap data dan dapat bersifat interaktif.

Jenis Kompresi Data Berdasarkan Output
Lossy Compression
• Teknik kompresi dimana data hasil dekompresi tidak sama dengan data sebelum kompresi namun sudah “cukup” untuk digunakan. Contoh: Mp3, streaming media, JPEG, MPEG, dan WMA.
• Kelebihan: ukuran file lebih kecil dibanding loseless namun masih tetap memenuhi syarat untuk digunakan.
• Biasanya teknik ini membuang bagian-bagian data yang sebenarnya tidak begitu berguna, tidak begitu dirasakan, tidak begitu dilihat oleh manusia sehingga manusia masih beranggapan bahwa data tersebut masih bisa digunakan walaupun sudah dikompresi.
• Misal terdapat image asli berukuran 12,249 bytes, kemudian dilakukan kompresi dengan JPEG kualitas 30 dan berukuran 1,869 bytes berarti image tersebut 85% lebih kecil dan ratio kompresi 15%.
Lossless Compresion
• Teknik kompresi dimana data hasil kompresi dapat didekompres lagi dan hasilnya tepat samaseperti data sebelum proses kompresi.Contoh aplikasi: ZIP, RAR,GZIP, 7-Zip.
• Teknik ini digunakan jika dibutuhkan data setelah dikompresi harus dapat diekstrak/dekompres lagi tepat sama.Contoh pada data teks, data program/biner, beberapa image seperti GIF dan PNG.
• Kadangkala ada data-data yang setelah dikompresi dengan teknik ini ukurannya menjadi lebih besar atau sama.

1. Kompresi Data pada Teks

Dekompresi
Proses dekompresi mengembalikan file kompresi menjadi teks awal. Hasil dekompresi tergantung dari sifat kompresi yang digunakan, yaitu Lossless Compression atau Lossy Compression.
Lossless Compression
Jika telah dilakukan teknik lossles compression pada suatu teks, teks yang asli dapat diperoleh kembali secara tepat dari file hasil dekompresi tersebut (Sayood, 2001). Pengkodean aritmetika merupakan teknik kompresi yang bersifat lossless compression.
Lossy Compression
Lossy Compression mengakibatkan hilangnya beberapa informasi, dan hasil dekompresi tidak dapat menghasilkan teks yang tepat sama dengan teks asli (Sayood, 2001).
Rasio Kompresi
Rasio Kompresi menunjukkan presentase besarnya kompresi yang dilakukan terhadap file asli. Rasio kompresi diperoleh dari persamaan:Selisih ukuran Rasio kompresi = x 100% (1) file asli
Selisih ukuran = file asli – file kompresi (2) Semakin tinggi rasio kompresi maka ukuran file kompresi yang dihasilkan semakin kecil, yang berarti hasil kompresi semakin bagus.
2. Kompresi Data pada Image
GIF
Graphic Interchange Format (GIF) yang dibuat oleh Compuserve pada tahun 1987 untuk menyimpan berbagai gambar dengan format bitmap menjadi sebuah file yang mudah untuk diubah pada jaringan koputer. GIF adalah file format graphic yang paling tua pada Web. GIF mendukung sampai 8 bit pixel , itu berarti maksimum jumlah warnanya 256 warna (28 = 256 warna), 4-pass interlacing, transparency dan mengunakan varian dari algoritma kompresi Lempel-Ziv Welch (LZW).
Format File GIF
Terdapat dua tipe dari GIFs, antara lain:
GIF87a: support dengan interlacing dan kapasitas dari beberapa file. Tehnik itu dinamakan GIF87 karena pada tahun 1987 standar ini ditemukan dan dijadikan standar.
GIF89a: adalah kelanjutan dari spesifikasi GIF87a dan penambahan pada transparency, pemberian tulisan dan animasi dari text dan grafik.
PNG
Portable Network Graphic (PNG) format di rancang agar menjadi lebih baik dengan format yang terdahulu yaitu GIF adan sudah dilegalkan. PNG di rancang untuk algoritma losslessley untuk menyimpan sebuah bitmap image.PNG mempunyai persamaan fitur dengan GIF salah satunya adalah (multiple images), meningkatkan sesuatu contohnya(interlacing , kompresi) dan penambahan fitur-fitur yang terbaru (gamma storage, full alpha channel, true color support, error detection ). Medukung untuk Web browser dimana dapat dilakukan plug-ins pada web browser.
JPEG
Joint Photograpic Experts (JPEG , dibaca jay-peg,[6]) di rancang untuk kompresi beberapa full-color atau gray-scale dari suatu gambar yang asli, seperti pemandangan asli di dunia ini. JPEGs bekerja dengan baik pada continous tone images seperi photographs atau semua perkajaan seni yang mengininkan yang nyata; tetapi tidak terlalu bagus pada ketajaman gambar dan seni pewarnaan seperti penulisan, kartun yang sederhana atau gambar yang mengunakan banyak garis. JPEG sudah mendukung untuk 24-bit color depth atau sama dengan 16,7 juta warna (224 = 16.777.216 warna).progressive JPEGs (p-JPEGs) adalah tipe dari beberapa persen lebih kecil dibandingkan baseline JPEGs: tetapi keuntungan dari JPEG dan tipe-tipenya telihat pada langkah-langkahnya sama seperti iinterlaced GIFs.
JPEG 2000
JPEG 2000 adalah tehnik kompresi image yang paling terbaru. Jpeg 2000 merupakan pengembangan dari Jpeg, yang jumlah bit error yang relatif rendah,ratedistorsi, transmisi dan mempunyai kualitas yang baik dibandingkan dengan Jpeg. Jpeg 2000 menerapkan teknik kompresi lossy dan lossless. Dan penggunan ROI coding (Region of interest coding). JPEG 2000 didesain untuk internet , scanning, digital photograpi, remote sensing , medical imegrey, perpustakaan digital dan E-commerce.
Sejak taahun 80-an kita ingat bahwa Internetional Telecomunication Union (ITU) dan International Organization for Standardzation (ISO) telah melakukan kerjasama untuk membuat stadarisasi untuk kompresi grayscale dan dan pewaranan gambar, yang kita kenal dengan nama JPEG ( Joint Photograpic Experts). Dengan sejalan perkembangan teknologi multimedia yang sangat cepat yang memerlukan tehnik kompresi dengan performa yang tinggi, maka pada maret 1997 dibuat suatu proyek standar baru tehnik kompresi untuk gambar, yang dikenal dengan nama JPEG 2000. proyek ini membuat sistem pengkodean baru untuk beberapa jenis gambar yang berbeda-beda ( bi-level, greylevel, Colour, Multi component) dengan perbedaan karakteristik (natural Images, scientific, medical, remote sensing, text, dan sebagainya).

3. Kompresi Data pada Audio
Kompresi audio adalah salah satu bentuk kompresi data yang
bertujuan untuk mengecilkan ukuran file audio/video dengan metode
– Lossy format : Vorbis, MP3;
– Loseless format : FLAC; pengguna : audio engineer, audiophiles
Kompresi dilakukan pada saat pembuatan file audio dan pada saat
distribusi file audio tersebut!
Kendala kompresi audio:
– Perkembangan sound recording yang cepat dan beranekaragam
-Nilai dari audio sample berubah dengan cepat
Losless audio codec tidak mempunyai masalah dalam kualitas suara,
penggunaannya dapat difokuskan pada:
– Kecepatan kompresi dan dekompresi
– Derajat kompresi
– Dukungan hardware dan software
Lossy audio codec penggunaannya difokuskan pada:
– Kualitas audio
– Faktor kompresi
– Kecepatan kompresi dan dekompresi
– Inherent latency of algorithm (penting bagi real-time streaming)
– Dukungan hardware dan software
Metode Kompresi Audio
Metode Transformasi
Menggunakan algoritma seperti MDCT (Modified Discreate Cosine Transform) untuk mengkonversikan gelombang bunyi ke dalam sinyal digital agar tetap dapat didengar oleh manusia (20Hz s/d 20kHz) , yaitu menjadi frekuensi 2 s/d 4kHz dan 96 dB.
Metode Waktu
Menggunakan LPC (Linier Predictive Coding) yaitu digunakan untuk speech (pidato), dimana LPC akan menyesuaikan sinyal data pada suara manusia, kemudian mengirimkannya ke pendengar. Jadi seperti layaknya komputer yang berbicara dengan bahasa manusia dengan kecepatan 2,4 kbps
Teknik kompresi audio dengan format MPEG (Moving Picture Expert Group)
– MPEG-1 menggunakan bandwidth 1,5 Mbits/sec untuk audio dan video, dimana 1,2 Mbits/sec digunakan untuk video sedangkan 0,3 Mbits/sec digunakan untuk audio.Nilai 0,3 Mbits/sec ini lebih kecil dibandingkan dengan bandwidth yang dibutuhkan oleh CD Audio yang tidak terkompres sebesar 44100 samples/sec x 16 bits/sample * 2 channel > 1,4 Mbits/sec yang hanya terdiri dari suara saja.
– Untuk ratio kompresi 6:1 untuk 16 bit stereo dengan frekuensi 48kHz dan bitrate 256 kbps CBR akan menghasilkan ukuran file terkompresi kira-kira 12.763 KB, sedangkan ukuran file tidak terkompresinya adalah 75.576 KB
– MPEG-1 audio mendukung frekuensi dari 8kHz, 11kHz, 12kHz, 16kHz, 22kHz, 24 kHz, 32 kHz, 44kHz, dan 48 kHz. Juga mampu bekerja pada mode mono (single audio channel), dual audio channel, stereo, dan joint-stereo
4. Kompresi Data pada Video
Video adalah teknologi untuk menangkap, merekam, memproses, mentransmisikan, dan menata ulang gambar bergerak. Biasanya menggunakan film seluloid, sinyal elektronik, atau media digital.
Untuk mendigitalkan dan menyimpan klip video full-motion selama 10 menit ke dalam komputer, harus mentransfer data dalam jumlah banyak dalam waktu yang singkat. Untuk mereproduksi satu frame dari komponen video digital 24 bit, diperlukan data komputer hampir 1 MB, video tidak terkonversi dengan layer pernuh selama 30 detik akan memenuhi Harddisk bermuatan gigabyte. Video dengan ukuran penuh dan full-motion memerlukan komputer yang dapat mengirimkan data kurang lebih 30 MB per detik. Kemacetan teknologi yang besar dapat diatasi menggunakan skema konversi video digital atau codec (coder/decoder). Codec adalah algoritma yang digunakan untuk mengkonversi (kode) sebuah video untuk dikirimkan, kemudian didekode secara langsung untuk pemutaran yang cepat. Codec yang berbeda dioptimasi untuk metode pengiriman yang berbeda (misalnya, dari hard drive, CD-ROM, atau melalui Web). Tujuan dari pemampatan/konversi video yakni : minimisasi bit rate dalam penyajian digital sinyal video, memelihara tingkat kualitas sinyal yang dikehendaki, meminimalkan kompleksitas codec (coder dan decoder-penyandi dan pengurai), serta kandungan delay atau penundaan
Dengan kata lain kompresi video adalah salah satu bentuk kompresi data yang bertujuan untuk mengecilkan ukuran file video. Video kompresi mengacu untuk mengurangi jumlah data yang digunakan untuk mewakili video digital gambar, dan merupakan kombinasi dari ruang kompresi gambar dan temporal kompresi gerak.
Dalam mengkompresi data baik audio maupun video terdapat dua jenis kompresi yakni:
1. Pengkodean Losless
Merupakan proses yang dapat dibolak-balik pemulihan sempurna sebelum dan sesudah memiliki nilai yang sama persis. Dalam menggunakan pengkodean ini biasanya tidak memperdulikan medianya. Pada Entropy coding : data merupakan serangkaian digital sederhana, proses penguraian mengembalikan kembali ke asal secara penuh misalnya RLC, Huffman Codding, Arithmetic Coding.
2. Pengkodean Lossy
Merupakan proses yang tidak dapat dibolak-balik, pemulihannya tidak sesempurna video hasil rekonstruksi secara numerik. Dalam menggunakan pengkodean ini memperdulikan semantik dari data yang bersangkutan. Berikut ini ciri-ciri dari pengkodean lossy adalah:
– Data tidak berubah atau hilang pada proses kompresi atau dekompresi
– Membuat satu replika dari objek asli
– Menghilangkan perulangan karakter
– Digunakan pada data teks dan image
– Pada saat dilakukan dekompres, perulangan karakter diinstal kembali
Video memiliki 3 dimensi yakni 2 dimensi spatial (horisontal dan vertikal) dan 1 dimensi waktu.Di dalam video terdapat 2 hal yang dapat dikompresi yaitu frame (still image) dan audionya. Data video memiliki:
1. redundancy spatial (warna dalam still image)
Penghilangan redundancy spatial (spatial / intraframe compression) dilakukan dengan mengambil keuntungan dari fakta bahwa mata manusia tidak terlalu dapat membedakan warna dibandingkan dengan brightness, sehingga image dalam video bisa dikompresi (teknik ini sama dengan teknik kompresi lossy color reduction pada image).
2. redundancy temporal (perubahan antar frame)
Penghilangan redundancy temporal (temporal / interframe compression) dilakukan dengan mengirimkan dan mengenkode frame yang berubah saja sedangkan data yang sama masih disimpan.
Teknik Video Coding
– H.261 dan H.263
– Dirancang untuk video conferencing, aplikasi video telepon menggunakan jaringan telepon ISDN
– Kecepatan bitrate antara p x 64 Kbps. Dimana p adalah frame rate (antara 1 sampai 30)
– Mempunyai 2 tipe frame yaitu: Intra-frame (I-frame) dan Interfame (P frame)
1. I-frame digunakan untuk mengakses banyak pixel
2. P-frame digunakan sebagai “pseudo-differences“ dari frame yang sebelumnya ke frame sesudahnya, dimana antar frame terhubung satu sama lain.
-MPEG audio-video
– standar audio video transmission
– MPEG bertujuan membuat kualitas VHS pada VCD dengan ukuran 352 x 240 ditambah kualitas audio seperti CD Audio dengan kebutuhan bandwidth hanya 1,5 Mbits/sec.
– Perbandingan MPEG
Perbandingan MPEG
-MPEG-1
Bertujuan membuat kualitas VHS pada VCD dengan ukuran 352 x 240 ditambah kualitas audio seperti CD Audio dengan kebutuhan bandwidth hanya 1,5 Mbits/sec. Komponen penting yakni audio, video, dan sistem pengontrol stream video.
– MPEG menambahkan frame dalam makroblok seperti pada H.261/H.263 yang bernama B-frame (bidirectional frame).
-MPEG-2
– Video Sequence -> diawali dengan sequence header, berisi satu group gambar atau lebih, diakhiri dengan kode end-of-sequence
– GOP (Group of Pictures) -> sebuah header dan rangkaian satu gambar atau lebih
– Picture -> primary coding unit dari video sequence. Merepresentasikan nilai luminance (Y) dan 2 chrominance (Cb dan Cr)
– Slice -> satu atau lebih macroblock. Urutannya dari kiri-kanan, atas-bawah. Penting untuk error handling. Bila terjadi error maka akan di-skip ke slice berikutnya.
-MPEG-4
– Untuk komunikasi bitrate yang sangat rendah (4,8 sampai 64 Kb/sec) : video dengan bit rate 5 Kb/s s.d 10 Mb/s dan audio dengan bit rate 2 Kb/s s.d 64 Kb/s
– Sangat baik untuk audio/video dalam jaringan (streaming)
– Mendukung digital rights management
– AAC (Advanced Audio Coding)
– Pilihan untuk audio codec internet, wireless, dan digital broadcast
– Mendukung audio encoding dengan kompresi lebih efisien dibandingkan MP3, dan mempunyai kualitas hampir setara CD Audio
– Audio codec : QuickTime, iTunes, iPod
Kelebihan dari Kompresi Data

• Kualitas data hasil enkoding: ukuran lebih kecil, data tidak rusak untuk kompresi lossy
• Kecepatan, ratio, dan efisiensi proses kompresi dan dekompresi
• Ketepatan proses dekompresi data: data hasil dekompresi tetap sama dengan data sebelum dikompres (kompresi loseless)
Kekurangan dari Kompresi Data
• pertama, fakta bahwa aliran data masukan harus dibaca dua kali. • Kedua adanya penambahan header fileyang berisi informasi statistik seluruh simbol yang muncul. Hal ini akan sangat tidak efektif untuk kompresi aliran masukan dimana simbol yang muncul ternyata menyebar, apalagi untuk orde tinggi.

Referensi:

http://id.wikipedia.org/wiki/Kompresi_data

http://nurilla7.wordpress.com/2008/11/05/kompresi-data-lossy-dan-lossless

http://blog.widyatama.ac.id/members/andiatirahazis/activity/1927

 

Print Friendly, PDF & Email